saturnus software

Anda ingin mengembangkan e-learning dengan dana yang sangat terbatas ? Urunan dana dengan orang / institusi lain yang punya kepentingan yang sama dengan anda. Dan kami akan membantu mewujudkan e-learning yang anda impikan dengan dana yang minimal.

Mengenal e-learning dan blended learning

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online ( e-learning) .

Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning



E-learning sebagai suplemen blended learning

Pembelajaran e-learning 100 % masih sulit diterapkan di indonesia , namun demikian kita masih bisa menerapkan metode campuran tatap muka dan pembelajaran online atau yg dikenal dengan blended leraning . E-learning disini berfungsi sebagai suplemen tambahan dan pelengkap untuk mensukseskan tujuan pembelajaran. Dimana e-learning berperan sebagai :

Apakah waktu sekarang saat yg tepat untuk menerapkan sistem pengajaran blended learning

Kunci kesuksesan blended learning adalah kesiapan infrastruktur dan perubahan paradigma semua pihak yang terkait. Jawabannya bisa bervariasi tergantung dari kebutuhan kesiapan dan pandangan masing - masing pihak terkait , namun demikian kita juga harus memperhatikan fakta - fakta dibawah ini :

Kesiapan infrastruktur

Melihat fakta ini secara lingkungan infrastruktur dan pendukung pengembangan sudah siap .Tinggal bagaimana pihak lembaga pendidikan mau bertransformasi atau tidak. Karena semua itu kembali kepada pihak yg ingin menerapkannya.

Cara pandang pihak terkait

Menerapkan blended learning tidak selalu soal kesiapan infrastruktur. Tapi kesuksesan sangat bergantung kepada perubahan paradigma dan budaya bagi pihak yg akan menjalankannya dalam hal ini pemerintah daerah , institusi pendidikan , pengajar dan siswa .

Tanpa perubahan budaya semua kesiapan infrastruktur tersebut akan sia - sia . Dan hal ini juga sangat dipengaruhi oleh kebijakan dan dukungan pemerintah. Masalahnya program kebijakan dan dukungan pemerintah dalam pengembangan e-learning di lingkungan pendidikan masih belum jelas. Hanya sekedar himbauan dan dorongan saja , tanpa dukungan teknis yg jelas terstruktur dan terukur.

Perlu kita catat bersama bahwa kegagalan implementasi blended Learning kebanyakan bukan karena masalah alat , software atau infrastruktur. Tapi kebanyakan karena faktor SDM, karena beratnya perubahan kultur kerja dan karena pengajar tidak ada kemauan untuk berbagi ilmu dan tidak kompeten membikin konten. Ditambah lagi disisi pelajar belum memiliki semangat untuk belajar mandiri , dan tidak semua siswa memiliki peralatan yg cukup dan koneksi internet yg tidak memadai.



Tahapan pengembangan e-learning untuk blended learning

Membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yg berisi

Membuat strategi pengajaran blended learning

Merancang struktur pembelajaran berdasarkan RPS .

Setelah jelas kebutuhannya , dirancanglah menu aplikasi , kemudian struktur data , struktur pembelajaran dan cara pengaturan sistemnya .

Membuat konten pembelajaran online

Selanjutnya berdasarkan struktur , dibuatlah konten pembelajaran yg relevan dg tujuan pembelajaran. Konten pembelajaran bisa berwujud amacam - macam bisa teks , gambar , video atau animasi. Ini adalah bagian dengan pengerjaan paling lama.

Memasukkan konten pembelajaran ke struktur pembelajaran

Konten yg sudah jadi kemudian dimasukkan ke struktur pembelajaran.

Implementasi dan penilaian e-learning

Menerapkan elearning dalam proses pembelajaran , dan dinilai efektivitasnya.

Revisi update dan upgrade

Melakukan perbaikan berdasarkan penilaian yg dilakukan , melakukan update memperbarui materi ke kondisi terkini , bila perlu dilakukan upgrade atau peningkatan kapasitas dan fitur e-learning sesuai dg kebutuhan.

Membuat konten pembelajaran online

Ada banyak beragam konten yg bisa dibuat dan dikembangkan . Namun pilihannya tergantung dari keperluan atau kebutuhan . Mana yg lebih efektif untuk dijadikan bahan ajar dan juga lebih mudah dibuat dan lebih rendah biayanya.

Macam - macam konten pembelajaran

Software pengembangan konten teks dan pdf

Microsoft word excell .

Software pengembangan konten gambar

coreldraw , inkspace , photosop , gimp .

Software pengembangan konten video dan animasi

blender , camtasia studio , simplescreen video recorder , kdenlive.

Peralatan untuk membantu pengembangan konten



Sebuah e-learning minimal mendukung fasilitas - fasilitas berikut

Teknologi dalam pengembangan e-learning

E - learning berbasis web

E - learning berbasis web adalah sistem yang dipasang di cloud hosting atau cloud vps . E - learning berbasis web dijalankan lewat web browser dengan bantuan koneksi internet untuk terhubung ke server aplikasi E - learning . E - learning berbasis web sangat efesien untuk anda yg membutuhkan sistem yg bisa digunakan oleh banyak orang dengan biaya operasional yg rendah . Dan juga tidak merepotkan karena tidak perlu di install di masing masing komputer . Dan bisa di konsumsi menggunakan tablet dan smartphone karena sudah responsif.

Front end

HTML 5 , CSS 3 , jquery , Bootstrap , ajax , javascript

Back end

PHP 7.4

Database server

Mariadb

Web server

Nginx , litespeed

Platform Infrastruktur

Cloud Hosting

Video hosting

Youtube

Jaringan

4G , fiberoptik

MGMP dan blended learning

Musyawah guru mata pelajaran

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) merupakan wadah asosiasi atau perkumpulan bagi para guru mata pelajaran yang berada di suatu sekolah kabupaten/kota yang berfungsi sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar, dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi/pelaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas.

Konsorsium blended - learning MGMP

Adalah MGMP yg menetapkan rencana pengajaran , menyusun standart dan metode blended learning dalam pengembangan e-learning secara bersama - sama suatu mata pelajaran. Jika pilot projek sukses maka bisa diterapkan diseluruh anggota konsorsium . Pendekatan konsorsium ini lebih besar kemungkinan keberhasilannya karena didukung oleh banyak sekolah , dan proses bisa cepat selesai karena setiap guru dari masing - masing sekolah bisa berpartisipasi membuat konten.

IT support

Adalah orang atau organisasi yg mendukung dalam pengembangan blended learning baik dalam pengembangan struktur maupun pengembangan konten . IT support bisa dari internal sekolah / universitas . Bisa juga menggunakan jasa dari pihak luar jika dari pihak dalam belum ada yg bisa memberi dukungan IT.

Assesmen kompetensi minimum ( AKM ) dan blended learning

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan penghapusan ujian nasional yang akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter pada tahun 2021. Asesmen ini terdiri atas kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter.

Patokan metode ini adalah metode asesmen Programme for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Contoh soal Numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep dan level Penalaran Konsep.

Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks.

Pengembangan blended learning suatu mata pelajaran harus memasukaan unsur peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik agar sesuai dg tujuan pendidikan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi dalam upaya menyediakan SDM unggulan.

Crowdfunding proyek e-learning

Urun dana (crowdfunding) adalah praktik penggalangan dana dari sejumlah besar orang untuk memodali suatu proyek atau usaha yang umumnya dilakukan melalui internet. Untuk Crowdfunding proyek e-learning , maka proyek yg di danai adalah proyek untuk pengembangan e- learning. Saat ini kami sudah memiliki 5 jenis e -learning yg bisa digunakan untuk masyarakat umum secara gratis. yaitu :

Kami menerima donasi / sumbangan untuk membuat e-learning dengan tema yg lain. Dengan tema dan isi sesuai dengan kebutuhan pemberi sumbangan. Untuk anda yg membutuhkan E - learning dengan tema yg lain yg belum kami miliki , anda bisa urun dana baik secara mandiri atau berkelompok dengan beberapa institusi pendidikan sejenis untuk mendanai proyek e- learning ini. Beberapa tema yg bisa dikembangkan antara lain.

Biaya untuk mendanai satu proyek e-learning berkisar antara Rp. 7.000.000 s/d Rp.10.000.000. Biaya ini bisa ditanggung oleh beberapa institusi pendidikan , pemerintah , dinas pendidikan , perorangan , dana CSR perusahaan dan lain - lain. Seluruh hak cipta 100 % ada pada kami selaku pengembang sedang pemanfaatannya akan digunakan untuk masyarakat umum. Hosting , pemeliharaan sistem dan update / pembaruan e - learning menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya.


Sekolah / universitas / instansi / perusahaan anda ingin urun dana proyek e - learning , anda bisa menghubungi kami dg klik gambar dibawah ini.


Home page
Tentang kami
Galeri kegiatan
Catatan
Agenda kegiatan
Kontak dan order
Lab komp akuntansi online
Lab bank mini syariah
Software usaha jasa
Software perdagangan
Software manufaktur
Software proyek
Software LKMS
Seminar akuntansi online
Pelatihan online
Pelatihan onsite
Sertifikasi operator
Sertifikasi trainer
Sertifikasi implementor
Biaya sewa lab online
Jasa pembuatan website
Crowdfunding e-learning
Implementasi software
Penyewaan software
Biaya sewa software
SATURNUS.MY.ID
Jl.Irian Gg 2 kebulen
Kelurahan sapuro kebulen
Kota Pekalongan
Jawa tengah